Peribahasa Bahasa Indonesia Paling Lengkap

  • Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Artinya : Dimana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
  • Ada air ada ikan. Artinya : Dimanapun kita tinggal,rezeki akan selalu ada.
  • Ada asap ada api. Artinya : Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu kejadian / masalah pasti ada penyebabnya.
  • Ada gula ada semut. Artinya : Dimana banyak kesenangan disitulah banyak orang datang.
  • Ada harga ada rupa. Artinya : Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.
  • Ada pasang turun naik. Artinya : Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
  • Ada rotan ada duri. Artinya : Kesenangan tentu ada kesusahan.
  • Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. Artinya : Hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat sedang susah.
  • Ada ubi ada talas,ada budi ada balas. Artinya : Kejahatan dibalas dengan kejahatan,kebikkan dibalas dengan kebaikan.
  • Ada udang di balik batu. Artinya : Ada suatu maksud yang tersembunyi.
  • Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam. Artinya : Orang muda harus bersabar,dalam meraih cita-cita.
  • Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan kabut. Artinya : Meminta hendaknya kepada yang punya, bertanya hendaknya kepada yang pandai.
  • Ada uang ada barang (artinya jika mau membayar banyak akan mendapat barang lebih baik)Adat bersendi syarak, syarak bersendi adat ( pekerjaan / perbuatan hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama, jangan bertentangan satu dengan yang lain);
  • Adat diisi, lembaga dituang (adalah melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan)Adat periuk berkerak, Adat lesung berdekak (adalah jika ingin beroleh keuntungan hendaklah bisa menanggung kesusahan dalam satu pekerjaan)
  • Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung (artinya segala sesuatu ada tata caranya)Air beriak tanda tak dalam (artinya orang yang banyak cakap atau sombong biasanya kurang ilmunya)
  • Air besar batu bersibak (artinya persaudaraan keluarga menjadi cerai berai apabila terjadi perselisihan)
  • Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam (artinya tidak enak makan dan minum karena terlalu sedih)Air tenang (biasa) menghanyutkan (artinya orang yang diam biasanya banyak pengetahuannya)
  • Akal tak sekali tiba (artinya tak ada suatu usaha yang sekali terus jadi dan sempurna;Akik disangka batu (artinya menghina)Akal pulas tak patah (artinya orang yang pandai tak mudah kalah dalam perbantahan)
  • Alur bertempuh, jalan berturut (artinya dilakukan menurut adat (kebiasaan) yang lazim)
  • Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit (artinya persahabatan yang sudah putusdan tidak akan berbaik lagi)
  • Amra disangka kedondong (artinya sesuatu yang baik disangka buruk)Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan (disusui) (artinya selalu membereskan memikirkan) urusan orang lain tanpa memedulikan urusan sendiri)
  • Anak orang, anak orang juga (artinya seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga; anak sendiri Disayangi, anak tiri dibengkengi (artinya bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yg diutamakan)
  • Angan lalu paham bertumbuk (artinya menurut pikiran (dugaan dsb) mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar pelaksanaannya)
  • Angan-angan menerawang langit (artinya mencita-citakan segala sesuatu yg tinggi-tinggi)
  • Angan mengikut tubuh (artinya bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan)
  • Angguk bukan, geleng ia (artinya lain di mulut lain di hati)
  • Air beriak tanda tak dalam. Artinya : Orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya.
  • Air besar batu bersibak. Artinya : Persaudaraan akan bercerai berai apabila terjadi perselisihan.
  • Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Artinya : Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orang tuanya.
  • Air di cencang tiada putus. Artinya : Persaudaraan tidak akan putas karena hanya perselisihian kecil.
  • Air di daun keladi. Artinya : Sukar di ajar atau dinasihati.
  • Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam. Artinya : Tidak enak makan dan minum (biasanya karena terlalu bersedih/duka).
  • Air jernih ikannya jinak. Artinya : Negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik,baik pula budi bahasanya.
  • Air pun ada pasang surutnya. Artinya : Senang dan susah selalu silih berganti.
  • Air susu dibalas dengan air tuba. Artinya : Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat.
  • Air tenang menghanyutkan. Artinya : Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.
  • Air yang tenang jangan disangka tiada berbuaya. Artinya : Orang pendiam jangan disangka tidak berani.
  • Alah bisa karena biasa. Artinya : Segala kesukaran tak akan terasa lagi bila sudah biasa.
  • Alang berjawab, tepuk berbatas. Artinya : Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula.
  • Anak bapak. Artinya : Anak lelaki yang berani.
  • Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui. Artinya : Selalu membereskan urusan orang lain tanpa mempedulikan urusan sendiri.
  • Angan – angan mengikat tubuh. Artinya : Memikirkan yang tidak-tidak akhirnya menderita sendiri.
  • Angin tidak dapat ditangkap, asap tidak dapat digenggam. Artinya : Sesuatu hal yang tidak dapat dirasakan.
  • Anjing menggonggong, khafilah berlalu. Artinya : Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.
  • Api dalam sekam. Artinya : Hal-hal tidak baik yang tidak tampak dan bahkan semakin membahayakan.
  • Asam di darat, ikan di laut bertemu di belanga. Artinya : Laki-laki dan perempuan kalau sudah jodoh pasti akan bertemu juga.
  • Bagai anak ayam kehilangan induk (artinya ribut dan bercerai berai karena kehilangan tumpuan)
  • Berdiang di abu dingin (artinya tidak mendapatkan apa-apa dari tuan, saudara, rumah, dsb)
  • Berkepanjangan bagai agam (artinya perbuatan atau perkataan yang berlarut-larut, beragam berlarut-larut, tidak berkesudahan)
  • Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi (artinya ilmu yg dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah)
  • Berbilang dari esa, mengaji dari alif(artinya mengerjakan sesuatu hendaknya dr permulaan, menurut aturan)
  • Bagai alu pencungkil duri (artinya melakukan sesuatu yg tidak mungkin berhasil)
  • Bagai dientak alu luncung (artinya dialahkan oleh orang lemah, bodoh)
  • Bagai guna-guna alu sesudah menumbuk dicampakkan (artinya dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi dibuang)
  • Belum beranak sudah ditimang (artinya bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai)
  • Badak makan anak (artinya ayah membuang anaknya krn takut akan binasa kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu))
  • Besar kayu besar bahannya, kecil kayu kecil bahannya (artinya jika penghasilan besar pengeluaran pun besar pula)
  • Bahasa menunjukkan bangsa (artinya budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang)
  • Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau (artinya segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya
  • Batu hitam tak bersanding (artinya tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya)
  • Bagai pinang dibelah dua (artinya sama benar, serupa benar)
  • Buruk muka cermin dibelah (artinya karena aibnya/kesalahannya orang lain dipersalahkan)
  • Badan boleh dimiliki, hati jangan. Artinya : Ungkapan bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih, hatinya sudah ada yang memiliki. Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas, namun di dalam hati tetap menentang.
  • Bagai Makan Buah Simalakama. Artinya : Bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.
  • Bagai air di daun talas. Artinya : Selalu berubah-ubah atau tidak tetap pendiriannya.
  • Bagai anak ayam kehilangan induk. Artinya : Bercerai berai karena kehilangan tumpuan.
  • Bagai anjing beranak enam. Artinya : Kurus sekali.
  • Bagai api dengan asap. Artinya : Tidak dapat dipisahkan.
  • Bagai bara dalam sekam. Artinya : Perbuatan jahat yang tak tampak.
  • Bagai bulan kesiangan. Artinya : Pucat dan lesu.
  • Bagai di sayap dengan sembilu. Artinya : Rasa hati yang sangat pedih.
  • Bagai duri dalam daging. Artinya : Selalu terasa tidak menyenangkan hati dan mengganggu pikiran.
  • Bagai itik pulang petang. Artinya : Sangat lambat jalannya.
  • Bagai kacang lupa akan kulitnya. Artinya : Tidak tahu diri, lupa akan asalnya.
  • Bagai katak dalam tempurung. Artinya : Sangat sedikit pengetahuannya, kurang luas pandangannnya.
  • Bagai kebakaran janggut. Artinya : Bingung tidak keruan.
  • Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau. Artinya : Hidup dalam kesukaran / kesengsaraan. 24.
  • Bagai kerbau dicocok hidung. Artinya : Menurut saja apa yang menjadi keinginan orang.
  • Bagai mencincang air. Artinya : Mengerjakan perbuatan yang sia-sia.
  • Bagai mendapat durian runtuh. Artinya : Mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka tanpa harus bersusah payah mendapatkannya.
  • Bagai menegakkan benang basah. Artinya : Melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan.
  • Bagai mentimun dengan durian. Artinya : Orang yang lemah / miskin melawan orang kaya / kuat.
  • Bagai menulis di atas air. Artinya : Melakukan perkerjaan yang sangat sukar atau membawa mustahil secara hasil.
  • Bagai musang berbulu ayam. Artinya : Orang jahat bertingkah laku sebagai orang baik.
  • Bagai musuh dalam selimut. Artinya : Musuh dalam kalangan / golongan sendiri.
  • Bagai pagar makan tanaman. Artinya : Orang yang merusak barang / sesuatu yang diamanatkan kepadanya.
  • Bagai pinang dibelah dua. Artinya : Dua orang yang serupa benar.
  • Bagai pungguk merindukan bulan. Artinya : Seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin.
  • Bagai rambut di belah seribu. Artinya : Sedikit sekali.
  • Bagai rumah ditepi tebing. Artinya : Selalu dalam kecemasan dan ketakutan.
  • Bagai telur di ujung tanjuk. Artinya : Terancam bahaya.
  • Bagaikan abu di atas tanggul. Artinya : Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
  • Bagaikan air dengan minyak. Artinya : Tak dapat bersatu.
  • Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi. Artinya : Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
  • Bagaikan burung di dalam sangkar. Artinya : Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
  • Bagaimana ditanam begitulah dituai. Artinya : Tiap-tiap orang ber buat jahat,jahatlah balasannya,begitu sebaliknya.
  • Bahasa menunjukkan bangsa. Artinya : Budi bahasa atau pangrai serta tutr kata menunnjukkan sifat serta tabiatnya.
  • Bak ilmu padi, kian berisi kian runduk. Artinya : Makin berilmu tidak sombong.
  • Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Artinya : Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.
  • Belum beranak sudah ditimang. Artinya : Belum berhasil, tetapi sudah bersenang-senang lebih dulu.
  • Belum bertaji hendak berkokok. Artinya : Belum berilmu/kaya/berkuasa sudah hendak menyombongkan diri.
  • Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Artinya : Bersama-sama dalam suka dan duka, baik buruk sama-sama ditanggung.
  • Bergantung pada akar lapuk. Artinya : Mengharapkan bantuan dari orang yang tidak mungkin memberikan bantuan.
  • Berguru ke padang datar, dapat rusa belang kaki. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Artinya : Belajar harus sungguh-sungguh, jangan terputus di tengah jalan.
  • Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi. Artinya : Belajarlah sungguh-sungguh jangan tanggung-tanggung(ragu-ragu).
  • Berjalan sampai kebatas, berlayar sampai kepulau. Artinya : Kita harus berusaha secara sungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan.
  • Bermain air basah,bermain api hangus. Artinya : Setiap pekerjaan atau usaha ada susahnya.
  • Bertepuk sebelah tangan . Artinya : Kebaikan yang hanya dari satu pihak.
  • Besar pasak daripada tiang. Artinya : Besar pengeluaran daripada pendapatan.
  • Biar lambat asal selamat,tak akan lari gunung dikejar. Artinya : Dalam mengerjakan suatu pekerjaan haruslah berhati-hati supaya selamat.
  • Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Artinya : Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.
  • Biduk lalu kiambang bertaut. Artinya : Lekas berbaik atau berkumpul kembali. ( Seperti perselisihan antara sanak keluarga yang kembali rukun ).
  • Bumi tidak selebar daun kelor. Artinya : Dunia tidak sempit.
  • Cepat kaki ringan tangan. Artinya : Suka menolong sesama umat.
  • Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan. Artinya : Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya.
  • Dalam lautan dapat diduga, dalam hati siapa tahu. Artinya : Kita tidak mengetahui isi hati orang lain.
  • Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah. Artinya : Daripada hidup menanggung malu lebih baik mati.
  • Daripada hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang. Artinya : Lebih baik mati daripada menanggung malu.
  • Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Artinya : Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri.
  • Datang tampak muka, pulang tampak punggung. Artinya : Datang dan pergi hendaklah memberi tahu.
  • Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya : Kita harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal yang kita tempati.
  • Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai. Artinya : Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.
  • Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa. Artinya : Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran.
  • Digenggam takut mati, dilepas takut terbang. Artinya : Serba salah sama-sama merugikan.
  • Dimana lalang habis, disitu api padam. Artinya : Hidup dan mati tidak dapat ditentukan, jika sudah saatnya pasti kita akan mati.
  • Ditindih yang berat, dililit yang panjang. Artinya : Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.
  • Duduk sama rendah, tegak ( berdiri ) sama tinggi. Artinya : sama kedudukannya ( tingkatannya atau martabatnya ).
  • Elok basa akan kekal hidup, elok budi akan bekal mati. Artinya : Orang yang baik budi balasannya akan disayang orang selama hidup dan setelah mati pun akan dikenang orang.
  • Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan. Artinya : Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu.
  • Esa hilang, dua terbilang. Artinya : Berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai.
  • Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak. Artinya : Kesalahan / aib sendiri yang besar tidak tampak.
  • Gajah mati karena gadingnya. Artinya : Orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya / tabiatnya.
  • Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Artinya : Orang terkenal jika ia mati dalam beberapa lama masih disebut-sebut orang namanya.
  • Gali lubang, tutup lubang. Artinya : Berhutang untuk membayar hutang yang lain.
  • Gayung bersambut, kata berjawab. Artinya : Menangkis serangan orang, menjawab perkataan orang.
  • Gigi dengan lidah ada kalanya bergigit juga. Artinya : Walau persahabatan sangat akrab ada kalanya berselisih juga.
  • Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Artinya : Kelakuan orang bawahan selalu mencontoh kelakuan atasannya..
  • Habis manis sepah dibuang. Artinya : Sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang / tidak dipedulikan lagi.
  • Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua. Artinya : Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia.
  • Hangat-hangat tahi ayam. Artinya : Kemauan yang tidak tetap.
  • Harapkan guntur di langit, air di tempayan dicurahkan. Artinya : Mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang sudah ada dilepaskan.
  • Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Artinya : Keinginan atau cita-cita yang mustahil dapat dicapai.
  • Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan. Artinya : Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya
  • Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai. Artinya : Orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang yang rajin belajar akan menjadi pandai.
  • Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah. Artinya : Selama hidup orang harus taat kepada adat kebiasaan dalam masyarakat.
  • Hidup segan mati pun tak mau. Artinya : Hidup yang merana karena terus menerus sakit.
  • Hujan emas di negeri orang, hujan batu dinegeri sendiri , baik juga di negeri sendiri. Artinya : Betapa senang dan bahagi di perantauan , tentu lebih senag dan bahagia di negeri sendiri.
  • Ikhtiar menjalani, untung menyudahi. Artinya : Setiap orang harus berusaha sebaik-baiknya, berhasil tidaknya terserah kepada tuhan.
  • Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia. Artinya : Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.
  • Jauh di mata dekat di hati. Artinya : Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.
  • Kalah jadi abu menang jadi arang. Artinya : pertengkaran / permusuhan akan merugikan kedua belah pihak ( sama-sama merugi ).
  • Jauh panggang dari api. Artinya : Banyak bedanya, tidak kena, tidak benar.
  • Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula, lebih baik ditampar betul-betul. Artinya : Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil.
  • Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua. Artinya : Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.
  • Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang. Artinya : Jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai.
  • Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. Artinya : Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.
  • Kalau tidak angin bertiup, tidak akan pohon bergoyang. Artinya : Sesuatu hal yang terjadi tentu ada penyebabnya.
  • Karena mata buta, karena hati mati. Artinya : Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya.
  • Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Artinya : Karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang kebaikan yang telah diperbuat.
  • Katak hendak jadi lembu. Artinya : Orang hina / miskin / rendah hendak menyamai orang besar / kaya; congkak; sombong.
  • Kecil-kecil cabai rawit. Artinya : Kecil, tetapi cerdik / pemberani / membahayakan.
  • Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lainan. Artinya : Setiap orang berbeda pendapatnya.
  • Lain di mulut lain di hati. Artinya : Yang dikatakan / diucapkan berbeda dengan isi hatinya.
  • Lain dulang lain kaki,lain orang lain hati. Artinya : Setiap orang punya pendapat, kehendak dan perasaan yang berbeda.
  • Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Artinya : Tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya.
  • Lancar kaji karena diulang, pasah jalan karena diturut. Artinya : Segala sesuatu harus dilakukan berulang ulang supaya paham.
  • Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. Artinya : Perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.
  • Lempar batu sembunyi tangan. Artinya : Melakukan sesuatu, kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu menahu.
  • Lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya. Artinya : Lepas dari bahaya yang besar, jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi.
  • Lidah tak bertulang. Artinya : Mudah saja mengatakan / menjanjikan sesuatu, yang berat adalah melaksanakannya.
  • Lubuk akal tepian ilmu. Artinya : Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan.
  • Luka sudah hilang parut tinggal juga. Artinya : Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.
  • Makan hati berulam rasa. Artinya : Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.
  • Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Artinya : Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.
  • Malu bertanya sesat di jalan. Artinya : Kalau tidak mau berikhtiar tidak akan mendapat kemajuan.
  • Membagi sama adil, memotong sama panjang. Artinya : Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.
  • Membelah dada melihat hati. Artinya : Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan.
  • Menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya : Kalah ataupun menang sama-sama menderita.
  • Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. Artinya : Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.
  • Menggantang asap. Artinya : Melakukan perbuatan yang sia-sia.
  • Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata. Artinya : Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.
  • Menohok teman seiring dalam lipatan. Artinya : Mencelakakan teman sendiri.
  • Murah dimulut, mahal ditimbangan. Artinya : Mudah sekali berjanji tetapi tidak pernah menepati.
  • Musang berbulu ayam. Artinya : Orang jahat bersikap seperti orang baik.
  • Musuh dalam selimut. Artinya : Musuh dalam kalangan / lingkungan sendiri.
  • Nasi sudah menjadi bubur. Artinya : Sudah terlajur, tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi.
  • Nasi tak dingin, pinggan tak retak. Artinya : Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.
  • Orang mau seribu daya, bukan seribu dali. Artinya : Jika menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan, jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan.
  • Pandai berminyak air. Artinya : Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya.
  • Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian. Artinya : Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya.
  • Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Artinya : Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.
  • Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Artinya : Seiya sekata dalam semua keadaan.
  • Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Artinya : Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.
  • Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan. Artinya : Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.
  • Sehari selembar benar, setahun selembar kain. Artinya : Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.
  • Sekali air pasang, sekali tepian beranjak, Sekali air di dalam, sekali pasir berubah. Artinya : Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.
  • Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera. Artinya : Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.
  • Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Artinya : Sekali melakukan pekerjaan, beberapa maksud tercapai.
  • Seludang menolak mayang. Artinya : Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya.
  • Seorang makan cempedak, semua kena getahnya. Artinya : seorang berbuat salah, semua dianggap salah juga.
  • Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Artinya : Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.
  • Seperti cacing kepanasan. Artinya : Tidak tenang, selalu gelisah.
  • Seperti durian dengan mentimun. Artinya : Orang lemah / miskin / bodoh melawan orang kuat / kaya / pandai.
  • Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat. Artinya : Berwajah rupawan namun perilakunya jahat.
  • Serigala berbulu domba. Artinya : Orang yang kelihatannya bodoh dan penurut tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang.
  • Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Artinya : Pikir dahulu masak-masak sebelum berbuat sesuatu ( pikirkan untung dan ruginya ).
  • Setali tiga uang. Artinya : Sama saja, tidak ada bedanya.
  • Tahu asam garamnya. Artinya : Tahu seluk beluknya / berpengalaman.
  • Tak ada gading yang tak retak. Artinya : Tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya.
  • Tambah air tambah sagu. Artinya : Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya.
  • Tangan merentang bahu memikul. Artinya : Berani berbuat harus berani bertanggung jawab.
  • Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Artinya : Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga.
  • Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. Artinya : Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.
  • Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada rangsang sama mengiraikan. Artinya : Suka dan duka dijalani bersama. Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga.
  • Tiada rotan akarpun jadi. Artinya : Kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga.
  • Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Artinya : Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
  • Umur setahun jagung. Artinya : Belum berpengalaman.
  • Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas. Artinya : Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.
  • Yang buta peniup lesung, yang peka pelpas bedil. Artinya : Masing-masing ada faedahnya, asal diletakkan pada tempatnya.
  • Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. Artinya : Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang.
  • Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya : Orang yang bodoh biasanya banyaknya cakapnya/ pembicaraannya.
  • Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang. Artinya : Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.
  • Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s